Pada satu dekade terakhir dapat ditengarai sebuah
kebangkitan intelektual di kalangan anak-anak muda Islam yang berpayung pada
organisasi beraliran tradisional, dan disusul oleh anak-anak muda dari kalangan
Islam modernis. Arah angin di kemudian hari kedua organasasi Islam ini perlahan
terciptanya tipis batasan antara istilah tradisional dan modern. Lantas, apa
yang akan terjadi?
***
Fenomena Intelektual Muda NU dan Muhammadiyah
Oleh Rizqon Khamami
Duta Masyarakat,
Pada satu dekade terakhir dapat ditengarai sebuah kebangkitan intelektual di kalangan anak-anak muda Islam yang berpayung pada organisasi beraliran tradisional, dan disusul oleh anak-anak muda dari kalangan Islam modernis. Arah angin di kemudian hari kedua organasasi Islam ini perlahan terciptanya tipis batasan antara istilah tradisional dan modern.
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam ) dari sayap tradisional, berangkat dari warisan tradisi kaya yang dimilikinya dipergunakan sebagai alat membaca dunia kekinian. Kemodernan telah dipadu secara apik dengan warisan-warisan tradisi keilmuan yang ada, melahirkan sintesis wacana keislaman yang segar. Fenomena ini berbarengan dengan meruaknya kegairahan beragama di Indonesia. Namun sebagian orang masih ragu-ragu untuk menapak dalam hidup modern dengan membawa Islam, yang selama ini mengesankan bahwa Islam tak seiring dengan pilihan hidup modern, mengajak kembali ke abad pertengahan sebagaimana Nabi Muhammad hidup. Kelompok muda dari kalangan tradisional memunculkan beragam wacana yang bisa menjawab kegamangan tersebut.\
***
Fenomena Intelektual Muda NU dan Muhammadiyah
Oleh Rizqon Khamami
Duta Masyarakat,
Pada satu dekade terakhir dapat ditengarai sebuah kebangkitan intelektual di kalangan anak-anak muda Islam yang berpayung pada organisasi beraliran tradisional, dan disusul oleh anak-anak muda dari kalangan Islam modernis. Arah angin di kemudian hari kedua organasasi Islam ini perlahan terciptanya tipis batasan antara istilah tradisional dan modern.
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam ) dari sayap tradisional, berangkat dari warisan tradisi kaya yang dimilikinya dipergunakan sebagai alat membaca dunia kekinian. Kemodernan telah dipadu secara apik dengan warisan-warisan tradisi keilmuan yang ada, melahirkan sintesis wacana keislaman yang segar. Fenomena ini berbarengan dengan meruaknya kegairahan beragama di Indonesia. Namun sebagian orang masih ragu-ragu untuk menapak dalam hidup modern dengan membawa Islam, yang selama ini mengesankan bahwa Islam tak seiring dengan pilihan hidup modern, mengajak kembali ke abad pertengahan sebagaimana Nabi Muhammad hidup. Kelompok muda dari kalangan tradisional memunculkan beragam wacana yang bisa menjawab kegamangan tersebut.\